Thursday, October 8, 2015

Cara Mencairkan Jamsostek aka Jaminan Hari Tua (JHT) di Semarang

Ini bukan sharing jalan-jalan buang uang tapi jalan-jalan dapet uang loh! lah kok bisaaa? yaiyalah judulnya aja cairin JHT kok! yaaa mesti dapet uang dong yes! ^____^ Saya resign dari perusahaan tempat saya bekerja bulan Desember tahun 2010, waktu resign saya tidak memegang kartu jamsosteknya, karena masih di bagian HRD (belum dibagikan waktu itu). Kemudian tahun lalu sekitar awal 2014 saya minta tolong teman di kantor untuk mencarikan Kartu Jamsostek saya di HRD, dan Alhamdulillah ternyata masih ada disana! Kemudian saya minta tolong teman saya untuk mengirimkannya ke Semarang. Thank you so much Pak Yasin untuk bantuannya! hehehe....

Setelah menerima kartu jamsostek, ternyata tercatat di kartu, saya terdaftar sebagai peserta Jamsostek dari tahun 2009 padahal di tahun sebelumnya saya juga sudah menjadi peserta, tapi karena pindah tugas ke kantor pusat akhirnya kartunya diperbaharui, entahlah gak mau banyak mikir akhirnya hal itu saya abaikan. Kartu sudah ada di tangan, tapi saya tidak juga segera mencairkannya karena saya pikir paling saldonya sedikit berhubung saya terdaftar sebagai peserta hanya 1 tahun saja dan setelah itu resign, malu-maluin juga dicairin kalau ternyata saldonya hanya beberapa ratus ribu rupiah saja. Saya juga tidak mencari info berapa saldo yang ada di Kartu Jamsosteknya ini alasannya antara males cari tau, sama malu jadi satu wkwkwkwk!, jadi waktu itu kartunya saya masukkan saja ke dalam dompet. Saya pikir mungkin di kemudian hari saya akan membutuhkan Kartu Jamsosteknya (kalau diijinkan) untuk kerja lagi.

Selang setahun lebih tepatnya minggu lalu, tetiba kepikiran tu Kartu Jamsostek apa kabarnya yakk?!? Sempet ngobrol juga sama hubby, dia bilang coba aja telpon ke kantor jamsosteknya bisa gak tanya saldonya ada berapa? saya ikutinlan sarannya Hubby dengan telpon ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan, tapi ternyata nggak bisa, peserta Jamsostek harus datang langsung dengan membawa identitas diri untuk mengetahui info saldonya, sedikit kecewa sih tapi akhirnya sekalian saya tanya juga dokumen apa saja yang harus dibawa ketika akan klaim JHT-nya, Si Mbaknya menjelaskan dokumen apa saja yang harus dibawa hanya sayang tidak terlalu detail >,< Nah disini saya akan berbagi pengalaman cara klaim JHT di kota Semarang buat teman-temin yang juga berencana untuk mencairkannya.

Pagi itu saya bergegas ke kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang I di Jl. Pemuda, lokasinya dekat dengan Paragon City Mall. Ketika saya lihat jam, masih pukul 07.30 waktu itu, tapi kok sudah banyak orang berkumpul di halaman depan kantornya, saya pikir ada apa nih? apa ada demo yakk!? ehhh ternyata orang-orang yang berkerumun itu mau cairin JHT juga bo! ^___^

Ruangan Penuh! yang antri banyak yang nggak kebagian tempat duduk di belakang

Sebelum pintu masuk kantor BPJS Ketenagakerjaan ada beberapa meja yang disediakan untuk mengambil 2 formulir yang harus diisi oleh peserta yang akan mengklaim JHT-nya. berikut apa saja dokumen yang harus dibawa dan diisi pada saat akan klaim JHT :

1. Surat Pernyataan Belum Pernah Menerima Pembayaran Jaminan Hari Tua, surat pernyataan ini harus dibubuhi materai (formulir tersedia dan diisi disana) 

2. Formulir Pengajuan Pembayaran Jaminan Hari Tua (Formulir tersedia dan diisi disana)


3. Kartu Jamsostek Asli 
4. KTP Asli dan Fotokopi 1 lembar
5. Kartu Keluarga Asli dan Fotokopi 1 lembar
6. Surat Keterangan Kerja dari Perusahaan Asli dan fotokopi 1 lembar
7. Buku Rekening Bank dan Fotokopi 1 lembar halaman depan
8. 1lembar Materai (untuk yang belum punya rekening bank, jika menginginkan dananya di transfer melalui bank, bisa langsung membuat rekening baru di Bank Mandiri yang tersedia disana maka harus membawa 2 lembar materai). Kalau sampai lupa atau memang nggak tau harus pakai materai seperti saya, jangan khawatir ada yang jual materai disana dengan harga Rp 7ribu (tapi lebih baik bawa sendiri just in case gak nemu yang jual) hiihihi...
Dan yang penting lagiiiiiii...
9. Bawa Ballpoint sendiri!!! please, jangan nyusahin orang untuk pinjem, ini perlu karena tidak disediakan disana. Kadang kita juga masih perlu untuk mengisi data diri sementara ballpointnya sudah berpindah tangan, hal ini kadang mengganggu!

Setelah dokumen lengkap, bagi jadi dua dokumen yang asli dan dokumen yang fotokopian beri klip keduanya supaya nggak berantakan lalu masukkan ke dalam softmap (Dokumen Asli harus dibawa semua, surat pernyataan belum pernah menerima pembayaran JHT dan Formulir pengajuan pembayaran JHT dijadikan satu dengan dokumen fotokopian) karena dokumen yang asli akan dikembalikan lagi ke kita kecuali Kartu jamsosteknya.

Kalau datangnya pagi, semua dokumen yang sudah lengkap bisa dititipkan satpam di depan pintu masuk, lalu kita bisa masuk ke ruang tunggu dan duduk manis disana, siapa cepat dia dapet tempat duduk! hihihi...kalau satpam sudah nggak bisa dititipkan dokumen lagi, langsung masuk saja ke dalam, kemudian masukkan dokumen teman-temin ke dalam DROP BOX, letaknya setelah counter Pelayanan Informasi.

Counter Drop Box letaknya setelah Counter Pelayanan Informasi
Jadi kalau nggak mau nunggu lama usahakan datang sepagi mungkin supaya berkasnya cepat diproses. saya datang jam 07.30 mendapat panggilan untuk Pemeriksaan Dokumen pukul 09.30 dan untuk panggilan proses pencairan dana pukul 11.30 lumayan lambreta eym! Sambil kasiin dokumen ke Mbak CS, kita juga bisa tanya saldonya ada berapa, bgitu dikasih tau hati langsung berbunga2 hahahah! *lebay* kemudian saya tanya cairnya berapa lama? Mbaknya bilang kalau dananya cair 7hari kerja, tapi ternyata 2 hari setelah klaim, dananya sudah cair kok! Jadiii intinyaaa...lama menunggu antrian setimpal dengan berapa yang saya dapatkan lumayan sebagian bisa dipake shopping sebagian bisa ditabung...pulang dari sini bisa shopping cyn! Yeayyyyy! behahahhahh ^____^

meskipun datang pagi saya dapat antrian ke-98 loh hihihi...


Nah...karena Kartu Jamsostek itu penting, maka dari itu kartunya jangan sampai hilang ya, jika sudah dibuatkan oleh perusahaan, diminta saja kartunya apalagi kalau kita ada rencana untuk resign. Untuk yang mau klaim JHT dan ingin mengurusnya, jangan ragu-ragu lagi nggak sulit kok! cuma harus sabar ngantri aja pas proses klaimnya dan pastikan semua dokumen persyaratannya sudah lengkap :)

Buat yang ingin mencairkan dana Jamsostek / Jaminan Hari Tua di Semarang, bisa diurus di kantor BPJS Ketenagakerjaan di bawah ini yahhh:

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang I 
Alamat : Jl. Pemuda 130 Semarang 50132, Po Box 1062
No. Tlp. (024) 3520279, 3588880, 3588877
No. Fax. (024) 553712, 3585530

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Semarang II
Alamat : Jl. Soekarno Hatta No. 78A, Semarang
No. Tlp. (024) 76747997, 76746681
No. Fax. (024) 76746682, 76746683










Saturday, February 7, 2015

Museum Ullen Sentalu, Yogyakarta

Hari sabtu, minggu lalu, Hubby mengajak saya ke Yogyakarta untuk bertemu dengan rekanan kerjanya, kakak ngga ikut karena hari sabtu masih masuk sekolah, jadi setelah mengantar kakak ke sekolah kami langsung cuss ke Yogya.  Perjalanan ke Djogja lantjar djaya gak pake macet *senangnya*

Sampai di Yogya saya diajak sarapan tahap dua di bakso Pak Kinthel, di bawah flyover janti, kata hubby bakso disitu porsinya sedikit, dan memang benar baksonya cuma sedikit karena teman-teman baksonya yang heboh hahahah! ada tetelan daging sapi, irisan paru goreng, dan irisan bakso goreng, harga semangkuk baksonya Rp 8ribu rupiah saja, ini menurut saya bakso yang murah meriah dan lumayan enak, terutama irisan paru-nya hihihi suka deh!

Pukul 11.00 hubby baru mendapatkan kabar kalau rekanan kerjanya baru bisa ditemui malam hari sekitar pukul 19.00 dan katanya akan membawa keluarganya juga dan minta bertemu di Bale Raos. Setelah itu bingung doong mau ngapain sampe jam 19.00 malam nanti. Akhirnya saya mengajak hubby untuk ke Museum Ullen Sentalu, yang beberapa waktu lalu saya lihat ulasannya di tv dan cukup menarik perhatian saya. Waktu kami berangkat menuju Kaliurang sebenarnya hampir masuk jam makan siang tapi kami menahan untuk tidak makan dulu karena berencana untuk makan di restoran yang ada di Museum Ullen Sentalu, di Beukenhof Restaurant ^__^

Tiket masuk ke Museum Ullen Sentalu
Sebenarnya saya ingin sekali bercerita mengenai museum ini menurut versi saya, tapi kalau saya paksakan khawatir malah akan merusak sejarah yang sesungguhnya wkwkwk...jika merunut cerita dari hasil pendengaran saya mengenai museum ini dari awal masuk sampai keluar ruangan museum agak sulit untuk diingat karena terlalu banyak tokoh yang dijelaskan, maka saya membutuhkan mbah wikipedia untuk memberikan penjelasan yang singkat, padat dan jelas tentang Museum ullen Sentalu di blog ini ^^

Di museum ini pengunjung tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar (berfoto), pengunjung hanya diperbolehkan berfoto di ruangan-ruangan tertentu yang sebenarnya nggak terlalu penting untuk difoto :D Saya pun sempat bertanya pada saat di ruang tunggu kepada mbak penjaga tiket masuk, kenapa tidak boleh mengambil foto di dalam? Mbaknya bilang katanya sudah ada copyrightnya, sebenarnya saya agak nggak ngerti juga sama penjelasannya, tapi kalau menurut saya sih mungkin supaya bikin penasaran pengunjung saja seperti apa dalamnya Museum Sentalu itu hihihihi...dan ini adalah museum paling bagus yang pernah saya kunjungi. Museumnya dibuat seolah-olah berada ditengah-tengah hutan karena rimbun sekali dengan pohon-pohon yang besar, benda-benda museum-nya tertata rapi, bersih, educator tournya juga lumayan menghibur, kadang suka bertanya juga pada pengunjung di sela-sela penjelasannya mengenai lukisan-lukisan dan patung-patung yang kita lewati, kek semacam di kasih kuis gitu hahahah!

Pintu masuk Museum Ullen Sentalu
Hal-hal yang perlu diperhatikan ^_^

Baiklah, kita mulai penjelasan dari Mbah Wikipedia ^^ Museum Ullen Sentalu terletak di daerah Pakem, Kaliurang, Kabupaten Sleman, adalah museum yang menampilkan budaya dan kehidupan para bangsawan Dinasti Mataram (Kasunanan Surakarta, Kesultanan Yogyakarta, Praja Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman) beserta koleksi bermacam-macam batik (baik gaya Yogyakarta maupun Surakarta).


Museum ini juga menampilkan tokoh raja-raja beserta permaisurinya dengan berbagai macam pakaian yang dikenakan sehari-harinya.


Nama Ullen Sentalu merupakan singkatan dari bahasa Jawa: “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filsafah ini diambil dari sebuah lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan wayang kulit (blencong) yang merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan menerangi perjalanan hidup kita. Museum ini didirikan oleh salah seorang bangsawan Yogyakarta yang dikenal sangat dekat dengan keluarga keraton Surakarta dan Yogyakarta.


Di Museum Ullen Sentalu, dapat diketahui bagaimana para leluhur Jawa membuat batik yang memiliki  arti dan makna yang mendalam di dalam setiap coraknya. Ada juga berbagai sejarah mengenai keadaan budaya Jawa kuno dengan segala aturannya. Keadaan museum yang dibangun dengan baik, mampu membuat pengunjung seperti terserap ke masa Jawa kuno yang mengagumkan. (source wikipedia)

Setelah berkeliling, pengunjung akan disuguhi minuman Jamu ratu mas, rasanya seperti wedang jahe hangat yang wangi daun pandan. Di ruangan ini pengunjung diperbolehkan berfoto, dan hanya ini yang dapat diambil fotonya hahahah!

Cheers!
Setelah disuguhi Jamu Ratu Mas, tour dilanjutkan ke ruangan lain dimana terdapat patung Ganesha dan lukisan-lukisan lainnya. setelah itu kami berfoto di beranda yang ada ukiran batu candi yang dipasang miring, kata educator tour kami, kenapa dipasang miring? karena peninggalan-peninggalan sejarah itu sudah tidak lagi diperhatikan sehingga akan terancam hilang. Di beranda ini juga kami melihat ada beberapa anak-anak sedang berlatih tari jawa :)



Waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 yang artinya, perut sudah krucuk-krucuk hihihihi....setelah tour selesai kami dipersilakan untuk melihat-lihat butik batik dan singgah di Beukenhof Restaurant, di sini pengunjung bisa berfoto sepuas-puasnya. Kami langsung naik ke Beukenhof restaurant untuk late lunch ^^


Iced Mint Tea
Hot Chocolate, ini enak Aseli
Roasted Chicken Wing
Beef Burger
Beukenhof Restaurant
Menurut kami, harga makanan di Beukenhof over price, karena rasa makanannya biasa saja. Untung aja ke katrol sama Hot chocolatenya...hahahah! tapi beneran deh harga makanan disini gak ada yang murah, kalau mau dapet view kek di bawah dan uang mepet, sebaiknya minum-minum saja yang penting bisa berfoto ria hihihi...penting! 


Selesai makan, saya berfoto-foto dulu di pintu keluar museum sebelum kembali ke Yogyakarta


Ada rencana liburan ke Yogyakarta? masukkan Museum Ullen Sentalu ke dalam daftar kunjungan anda, gak rugi dan gak akan nyesel! ^_^


Happy Traveling!

Saturday, January 31, 2015

Sanggar Tari Bali di Semarang

Agak sulit menemukan sanggar tari bali di Semarang, ini karena sanggar tari bali di Semarang mungkin tidak sebanyak di Jakarta ataupun Bandung, mungkin sanggar tari Saraswati ini satu-satunya sanggar tari bali di semarang, karena dulu saya mencari info di Google search tidak ada info mengenai sanggar tari bali kecuali tari jawa, atau mungkin juga tidak ada yang mengulas mengenai sanggar tari bali disini. Waktu itu saya memukan info di Club Merby yang menyebutkan ada kursus menari, tapi sayangnya bukan kursus Tari Bali, seperti yang saya cari.

Les tari bali di bandung

Nandyta sudah hampir luwes menarinya ketika dia berlatih di Bandung, maka dari itu sayang sekali jika tidak diteruskan, toh alasan saya meminta nandyta untuk menari bali supaya dia ada kegiatan di akhir pekan dan untuk memupuk rasa percaya dirinya. Tahukah anda? Pertama kali nandyta saya masukkan les tari bali, dia menangis sesenggrukan sambil bilang, Bunda aku gak mau nari, aku gak bisa, aku mau pulaaaaaang! saya hanya bisa menenangkan dan memberinya semangat bahwa untuk bisa menari harus melalui proses tidak bisa dan mati gaya dulu hihihi...dan sekarang, Nandyta malah ketagihan tampil!!! bahkan tanpa diminta. that's my girl ^___^

My lil Girl *kiss*
Performance dengan Pak Wayan dan teman-teman di acara launching Apartment di Semarang
Performance di Marina Convention Center Semarang
Mengisi Acara yang diadakan oleh Ibu Walikota Semarang di acara Dekranasda, Semarang
Acara Budaya & Ogoh-ogoh di Semarang
Acara pensi di SMP Al-Azhar 14 Semarang
Foto diatas hanya sebagian dari penampilan-penampilan Nandyta & Friends ^^

Saya sangat bersyukur bisa menemukan Sanggar tari Saraswati, asuhannya Pak Wayan. Disini tidak hanya diajarkan menari bali tetapi juga menari tarian daerah. Dan yang paling penting, Pak Wayan selalu mengajak anak-anak perform di setiap kesempatan, dengan begitu anak-anak terbiasa tampil dan percaya diri. Sekarang setiap acara, anak-anakpun diminta untuk bisa menggunakan make-up sendiri jika tampil, nandyta sudah mulai terampil menggunakan alat kosmetik untuk performnya bahkan menolak untuk saya dandani ^__^

Bernic Castle dijadikan tempat anak-anak untuk berlatih tari bali, biasanya menari di hari minggu pukul 09.00 WIB, kalau akan tampil di acara-acara penting, anak-anak diminta datang untuk berlatih sore hari setelah pulang sekolah.

Biasanya anak-anak berlatih tari bali disini @ Bernic Castle Jl. Kyai Saleh N0. 12-14 Semarang
Sanggar tari Saraswati selain mengajarkan tari bali juga menyewakan baju-baju tradisional dan nasional untuk kebutuhan tampil di sekolah. Saya membagi info ini karena pengalaman pribadi, sulit sekali mencari informasi mengenai sanggar tari bali di Semarang dan menemukan info tempat penyewaan kostum tari tradisional dan kostum nasional. Semoga info ini dapat membantu bagi bunda-bunda yang ingin putri-putrinya mengisi akhir pekan dengan kegiatan yang positif dan ingin memupuk rasa percaya diri pada anak-anak, semoga informasi ini bermanfaat :)





Saturday, November 8, 2014

BURYAM MANG H. OYO VS BURYAM PAK ZAENAL

Wiken minggu lalu saya pulang kampung ke Bandung, biasanya saya selalu menyempatkan untuk sarapan di Bubur Ayam Mang H. Oyo. Sebelum cuss ke Mang Oyo sempet searching Buryam yang paling enak di Bandung, kemudian baca thread tetangga sebelah yang merekomendasikan Buryam Pak Zaenal, Buryam Mang Oyo dan Buryam Pak H. Hamid. Sebenarnya saya agak penasaran juga apakah kedua buryam itu memang lebih enak dari Buryam-nya Mang Oyo :D

Pagi ini kami putuskan untuk tetap sarapan di Buryam Mang Oyo yg di Jl. Sulanjana. Saya bisa dibilang pelanggan setia Buryam-nya Mang Oyo loh, karena sejak smp saya selalu makan bubur ayam disini. Kebetulan dulu Mang oyo jualannya deket dengan gasibu kalo gak salah deket sekolah PGII, jadi abis lari pagi sarapannya buryam ini, pengunjungnya banyak banget kadang sampe makan di mobil kalo gak kebagian tempat. Meskipun sekarang rasanya sedikit berbeda dengan jaman dulu, entah karena disini gak ditungguin sama Mang Oyo-nya jadi agak lain rasanya, pengaruh kali yakk tapi menurut saya Buryam Mang Oyo ini tetap jauh lebih enak jika dibanding dengan Buryamnya Pak Zaenal ^_____^

Ini dia penampakan Cabang Bubur Ayam Mang H. Oyo di Jl. Sulanjana No. 30 Bandung, Gak cuma Buryam, banyak menu pilihan lainnya kok ^_*

Cabang Buryam Mang H. Oyo Cabang Jl. Sulanjana No. 30
Menu Makanan & Minuman di Buryam Mang H. Oyo
Ini Buryam Komplit
Ini Buryam Ati Ampela
Yang ini Buryam Cakue
Makan buryam di Mang oyo ini bisa pesan 1/2 porsi tapi harganya tetap dihitung 1 porsi, sayang kan mendingan beli 1 porsi sekalian aja hihihi...pasti bakalan abis kok ^__^

Sebelum duduk biasanya ada yang nawarin Kembang tahu rasa jahe, saya coba juga kembang tahunya, rasanya lumayan untuk menghangatkan badan ^^



Abis makan bubur, di depan ada yang juwalan Gurilemmm...whuaaaa..nostalgilaaa sama makanan waktu sd nihh hihhihi...


Beli 2 bungkus yang satu pedes satunya lagi nggak Rp5000rb-an
Nahhh...karena penasaran dengan Buryam Pak H. Hamid dan Pak Zaenal akhirnya abis dari Mang oyo muter-muter di Jl. Pajajaran yang katanya Buryam Pak H. Amid juwalannya di situ, sayang gak nemu euy...yah next tym coba cari lagi deh. Trus kita nyobain cari Buryam Pak Zaenal, kalo buryam ini sih gak susah nyarinya soalnya deket sama rumah juga, cuma kok baru ngeh ya ada bubur yang lumayan kondang trus saya gak tau wkwkwwk!

Gak lama ketemu deh Buryam Pak Zaenalnya *yang lama sbenernya macetnya* ini dia penampakan Kedai Bubur Ayam Pak Zaenal :

Bubur Ayam Pak Zaenal di Jl. Ir. H. Juanda No.244 Bandung
Daftar Harga
Buryam Pak Zaenal yang di take away ^^
Buryam ini dibungkus buat yang di rumah, lumayan agak nyebelin sih waktu beli buryam ini, saya minta 1/2 porsi 3 bungkus ehhh...malah dikasih 1 porsian 3 bungkus padahal bilangnya udah kenceng *sigh*

Komentar papa, lebih enak buryam mang-mang gerobak yang lewat rumah nihh. Hubby begitu icip-icip juga bilang kok rasanya aneh :S Rasanya asin banget, terus buburnya berasa ada rasa gosongnya >,<

Harga buryam yang spesial sampe 25ribu rupiah loh *rasanya saya gak akan penasaran untuk coba buryam ini lagi dehh*...yah tentunya kalau soal makanan balik lagi ke selera masing-masing yakk :D

Saya masih penasaran untuk coba Buryam-nya Pak H. Hamid...semoga pas ke bandung lagi, nemu tempat juwalannyaa :)


Happy wiskul gals!






Saturday, October 4, 2014

LOW SEASON TRIP PART 1 #DAY4 : LEGOLAND - YOGYAKARTA

DAY 4 : LEGOLAND - YOGYAKARTA

Pagi ini, seperti hari-hari kemarin kami bangun pagi-pagi sekali, satu hal yang membuat saya sulit untuk berjalan pagi ini adalah betis yang benar-benar terasa bengkak :S sakit sekali rasanya, kalau aja masih ada waktu untuk refleksi hihihihi....*ngarepppp*

Setelah sarapan, kami bersiap untuk check out dari Citrus Hotel, backpack dan jinjingan sudah beres tinggal dimasukkan kedalam bagasi teksi *di malaysia nulisnya begituu* :D Rencananya pagi ini sebelum pulang ke Yogyakarta, kami akan mengunjungi Legoland. Untuk main? bukaannn hanya untuk berfoto ^______^

Iyalah sudah jauh-jauh kalo gak sempet lihat seperti apa bentuknya Legoland kan sayang ya, setelah sarapan kami langsung ke meja resepsionis untuk check out, resepsionisnya menawarkan kami untuk dicarikan teksi ke Legoland, mereka memberi informasi kalau ada dua jenis teksi, ada teksi biru dan teksi merah, kalau teksi biru kendaraannya lebih bagus tapi argonya lebih mahal, kalau teksi merah mobilnya gak bagus tapi argonya bersahabat begitulah kira-kira penjelasannya hahahah! 

Untuk menghemat anggaran, kami memutuskan untuk naik teksi warna merah, gak lama nunggu, teksi-nya udah stand by di depan hotel, kami langsung ncuss ke area bermain anak yang heboh beberapa tahun belakangan ini. Tadinya rencana awal, kami memang akan main di Legoland bukan ke USS, tapi setelah saya menonton beberapa kali liputan tentang Legoland di tv dan membaca review-review pengunjung yang sudah pernah ke Legoland di internet kok kayaknya wahana permainannya lebih banyak untuk anak-anak kecil yakk, sementara kakak? yah gak mungkin mau naik yang begituan.

Jadi memang selain karena Harga tiket Legoland-nya cuma selisih sedikit dengan USS *lebih mahal USS tapi lebih worth it* pertimbangan kami untuk mengurungkan niat main disini adalah karena wahana permainan di Legoland sepertinya untuk anak dibawah umur 12 tahun *gak tau juga sih bener atau nggaknya kalau lihat di tv tampaknya begitu hehehe..* maka dari itu akhirnya kami memutuskan untuk ke USS saja. Disepanjang perjalanan, hubby dan driver teksi akrab banget ngobrol dari mulai ngomongin tentang pemerintahan di malaysia, investor china sampai ke BBM dan perawatan mobil hahaha! ayah....ayahh..Itu karena perjalanan dari Citrus Hotel ke Legoland lumayan jauh bo! ^^

Driver teksi mengarahkan kami ke Legoland Hotel, kemudian dia bilang berfoto di sini, lalu masuk saja kedalam *kita bingung* ntar kalo dikira penyusup bijimana...hahahah! setelah itu kita masuk ke area Legoland dan mulai narsis dweehhh!

Otw Legoland naik Teksi ^_^
@Legoland Hotel
@Legoland, Malaysia
Kalau traveler berencana untuk ke Legoland, bisa cek Informasi harga Tiket Legoland dan Legoland Hotel disini

Puas berfoto kami langsung menuju Senai International Airport, masih menggunakan teksi yang kami pesan dari hotel, kami membayar teksi dari Citrus hotel - Legoland - Senai International Airport itu RM65, lumayan murah karena dia nungguin kita foto-foto agak lama hehehe... Di bandara kami sempet beli oleh-oleh kaos dan coklat, setelah itu ngurus imigrasi, trus masuk ke ruang tunggu. Alhamdulillah, pesawatnya nggak delay, kami tiba di Yogyakarta tepat waktu ^_^


Happy Travelling!